Bahan tambang batu merah (jasper) dari Desa Cibuniasih, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya, ternyata pernah ditambang selama sepuluh tahun, yaitu mulai tahun 1994 hingga 2004 lalu. Hasil pertambangan batu merah tersebut, di antaranya diekspor ke Jepang dan Korea Selatan. Selama proses pertambangan berlangsung, sebanyak enam orang ahli batu mulai dari Taiwan dan Hongkong, tinggal di daerah Buniasih. Mereka yang melakukan seleksi batu merah yang akan dikirim ke luar negeri. ”Selain itu, selama pertambangan berlangsung ada 30 ahli penambang dari Padang, yang tinggal di rumah saya. Di antara mereka juga ada yang menjadi pengusaha atau menampung batu merah,” kata Endang Budi Sunara, warga Buniasih yang juga mantan perajin batu merah, Minggu (19/10). Saat penambangan sedang berlangsung, kurang lebih ada 100 warga setempat yang terlibat sebagai buruh untuk ambil batu merah dari sungai Cimedang, atau lahan yang telah disewa. Dari usaha itu, warga mendapatkan upah mulai dari Rp 500,00 hingga Rp 2.000,00/kg. Batu tersebut, lalu dikumpulkan dan dikirim ke Tanjungpriok untuk dieksepor.
Setiap harinya, puluhan truk diberangkatkan dari Buniasih ke Tanjungpriok dan Sumatera. ”Kehidupan warga pada waktu pertambangan berlangsung, cukup baik. Karena ada penghasilan yang bisa diandalkan untuk setiap harinya. Puncak pertambangan batu merah yaitu tahun 2002 selama dua tahun lebih,” katanya. Pada tahun 2004 lalu, penambangan berakhir, karena potensi batu merah semakin menipis. Endang kaget ketika ada ahli geologi dan para pejabat dari pemkab turun untuk menutup pertambangan, sebab sudah lama kawasan itu ditutup. Mestinya, ditutup ketika waktu usaha pertambangan sedang ramainya. Kepala Desa Cibuniasih Bisri mengatakan, ketika sedang berlangsung penambangan, memang ada pemasukan ke kas desa dari penambangan itu. ”Tapi, saya sendiri kurang begitu tahu kalau memang batu tersebut sangat berharga dan langka. Saat ini, setelah ada intruksi dari Distamben Tasikmalaya, untuk menutupnya maka kami beserta Muspika Kec. Pancatengah bertugas menjaganya jangan sampai kembali terjadi aksi penambangan liar,” ujar Bisri. Sebagaimana diketahui, masalah batu merah di Kampung Cigintung, Desa Cibuniasih, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya, menjadi sorotan para ahli geologi dari Bandung. Batu merah tersebut memiliki nilai ilmu pengetahuan sangat tinggi, serta cukup langka. Makanya, pakar geologi minta agar hamparan batu merah yang masih ada untuk diselamatkan.
(Dikutif dari koran digital pikiran rakyat 19 october 2008)
EMERINTAH HARUS TEGAS SELAMATKAN BATU JASPER TASIK Thursday, 11 Apr 2013 | 09:11:00 WIB TASIK, (KP).- Pemerintah Daerah harus melakukan langkah cepat dalam menyelamatkan potensi batu merah (jasper) yang ada di Kampung Pasirgintung, Desa Cibuniasih, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Belakangan ini beberapa bongkahan batu merah yang saat ini tinggal 120 bongkahan ada yang memindahkan ke wilayah Kabupaten Ciamis atau seberang Sungai Cimedang lokasi awal batu merah berada. Bahkan pada Selasa (9/4) lalu warga Pasirgintung melihat ada satu unit alat berat beko yang diduga akan digunakan untuk memindahkan bongkahan batu tersebut. “Kemarin kami melihat lagi ada sebuah beko di seberang sungai, sepertinya akan memindahkan bongkahan batu. Sebelumnya kami bersama aparat lainnya pernah mela kukan upaya penyelamatan,” kata Polisi Desa Cibuniasih, Ace (45), Rabu (10/4). Kata dia, harus ada upaya tegas dari pihak pemerintah daerah untuk menyelamatkan batu berharga tersebut agar tidak dicuri lagi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tahun 2012 lalu pemerintah sudah membuat Detail Engineering Design (DED) pembangunan Geo Park atau Taman Jasper Pasirgintung sebagai tindak lanjut dari pembuatan masterplan taman geologi batu jasper. Pengembangan Taman Batu Jasper atau yang dikenal masyarakat batu merah telah diwacanakan sejak tahun 2009 silam. Pemerintah daerah juga telah melakukan pengamanan terhadap lokasi tempat batu-batu berharga berserakan di sekitar Sungai Cimedang. Sesuai dengan hasil penelitian para ahli geologi, Jasper di Kabupaten Tasikmalaya menempati peringkat tujuh atau dua digit lagi menjadi batu permata. Jasper terbentuk dari letupan gunung berapi dari bawah laut yang terjadi 25 juta tahun lalu. Dilihat dari sejarah terbentuknya jasper, sekitar 25 hingga 30 juta tahun silam, kawasan Pasirgintung diperkirakan sebagai kompleks gunung api bawah laut yang aktif. Struktur lapisan tanah menunjukkan, adanya aliran lava vulkanik yang kemudian membentuk jasper. Sementara kandungan warna merah disebabkan oleh besi yang dihasilkan hematit di dalam batu, sama halnya dengan jasper berwarna kuning hingga cokelat. Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) mengusulkan agar pemerintah mendaftarkan Taman Jasper ke Unesco agar masuk jaringan Global Geopark Network (GGN) bersama dengan Cukang Taneuh (Green Canyon) di Ciamis dan Tangkuban Parahu di Bandung. Indonesia saat ini baru memiliki satu taman bumi yang sudah masuk jaringan GGN Unesco yakni Taman Nasional Gunung Batur di Bali. Saat ini Indonesia kembali mengusulkan lima taman bumi ke Unesco. Pengembangan geopark akan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu contoh, Cina yang sudah memiliki 27 GGN. Dari satu kawasan taman bumi bisa menghasilkan 200 juta dolar AS dari kunjungan wisata. Potensi batu Jasper di Pasirgintung awalnya cukup melimpah. Namun kini sesuai dengan pendataan yang dilakukan KRCB tinggal 120 bongkahan lagi. Padahal sebelumnya batu merah yang termasuk batu mulia (gamestone) cukup melimpah dan terhampar di sekitar Sungai Cimedang. Sekitar tahun 1994 hingga tahun 2004 potensi jasper tersebut terus dieksploitasi. Ribuan bongkahan berhasil diangkut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika dihitung-hitung Pemerintah Daerah rugi triliunan rupiah akibat eksploitasi ilegal tersebut. “Apa yang terjadi puluhan tahun silam jangan terulang lagi sekarang ini,” kata Ace lagi. Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Hidayat mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan ketua Komisi 3 untuk melakukan langkah penyelamatan dan pengembangan potensi Jasper tersebut. “Ini potensi yang sangat berharga yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya, penyelamatan harus segera dilakukan.
Dikutif dari beberapa sumber diantaranya www.bappeda.tasikmalayakab.go.id/ dan pikiran rakyat - kabar priangan termasuk poto di atas. Hak cipta dilindungi undang undang.